Pusat Pembangunan Pondok Berhad

Pondok Studies Development Centre

Kemerdekaan spiritual menurut al-Quran

Posted by epondok di Ogos 30, 2013


Oleh IBRAHIM ABDULLAH

Menghayati al-quran dapat mendidik kita agar tidak terpedaya dengan tipu helah syaitan sama ada melalui jin atau manusia. – Gambar hiasan

SPIRITUAL manusia berpusat pada kalbu, dan di dalam kalbu manusia sudah ada potensi-potensi spiritual yang merupakan format dasar kemanusiaan. Hakikat diri manusia adalah diri yang rohaniah/spiritual yang telah tercipta sebelum adanya tubuh biologis (basyar).

Ketika manusia masih dalam wujud roh di alam lahut, roh merupakan wujud pertama manusia dalam proses penciptaannya sebelum diturunkan ke bumi dan dimasukkan ke dalam tubuh jasmaniah (basyar). Allah SWT mempersiapkan basyar (tubuh biologis) hanya sebagai wadah bagi manusia rohaniah itu.

Inti roh yang menjadi pusat diri manusia adalah kalbu. Di dalam bahasa Arab dikenal ada dua jenis kalbu: Kalbu jasmaniah berupa gumpalan daging iaitu jantung, dan kalbu rohaniah yang dalam bahasa kita disebut hati nurani.

Di dalam kalbu rohaniah inilah terletak fitrah iaitu sifat-sifat ketuhanan berupa kesedaran, perasaan, kecerdasan, iman dan iradah. Jadi, sejak diturunkan dari sisi Allah SWT, manusia rohaniah itu kalbunya tidak kosong. Sebabnya, di dalam kalbu itu Allah sudah menempatkan potensi-potensi dasar spiritual (fitrah), bibit iman, moral, ilmu dan kemerdekaan.

Firman Allah bermaksud: Tinggallah engkau dan isterimu di dalam kebun ini dan makanlah segala yang tersedia berlimpah, yang mana sahaja yang kamu kehendaki… (al-Baqarah: 35).

Berapa besar kebebasan (kemerdekaan) yang Allah berikan pada Adam? Kebebasan yang mutlak. Adakah kebebasan itu hanya untuk Adam dan Hawa sahaja? Ataukah sepanjang di dalam kebun (syurga) itu sahaja?

Kebebasan yang Allah beri amat luas hingga sampai seluruh manusia di muka bumi ini bebas bahkan untuk membangkang Allah sekali pun, sebagaimana firman Allah bermaksud: Kalau Tuhanmu menghendaki, Dia boleh membuat semua yang ada di muka bumi beriman kepada Dia. (Yunus: 99).

Timbul persoalan, mengapa Allah memberi kebebasan yang begitu luas kepada manusia hingga manusia bebas untuk membangkang Allah sehingga manusia berbuat jahat di muka bumi?

Sebagai wakil Allah yang akan memimpin kehidupan di muka bumi, manusia akan banyak menghadapi masalah. Bagi menyelesaikan masalah itu maka manusia haruslah merupakan makhluk yang kreatif. Maka untuk menjadi kreatif, Allah berikan ilmu dan kebebasan kerana ilmu dan kebebasan adalah bahan baku untuk munculnya kreativiti.

Kreativiti yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan kemerdekaan, adalah salah satu dari hal-hal yang paling awal Allah berikan kepada manusia. Dengan ilmu manusia akan menjadi cerdas dan banyak mengetahui, dan dipandu dengan kemerdekaan kecerdasan berubah menjadi daya cipta yang hebat yang menyebabkan peradaban manusia berkembang progresif.

Perkara yang merosak fitrah manusia adalah hawa nafsu, iblis, syaitan, dan agen-agen diayah wali syaitan. Firman Allah bermaksud: Setelah itu maka syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya dengan berkata: “Wahai Adam, mahukah aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan hilang lenyap?” (Taha: 120).

Iblis menyusup ke kebun kelimpah ruahan (jannah) dan memujuk Adam, manusia pertama di bumi dengan janji keabadian dan kejayaan tanpa batas dengan cara memakan buah pohon terlarang (khuldi). Rupanya Adam tergiur mendapatkan keabadian dan kejayaan tanpa batas, maka Adam pun memakan buah tersebut. Lalu apa yang terjadi?

Firman Allah bermaksud: Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun dari syurga, dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan (dari mencapai hajatnya). (Taha: 121).

Apabila manusia menurut hawa nafsunya yang berupa hasrat keabadian dan keserakahannya, maka akan nampaklah segala hal yang memalukan dari dirinya, terkuaklah segala aib yang menghinakannya.

Manusia menjadi telanjang dan pakaiannya rontok. Sedangkan pakaian adalah simbol keberadaban, martabat dan status sosial, yang tiada lagi berguna ketika manusia menurut hasrat hawa nafsunya dengan mengabaikan fitrahnya.

Ketika Allah melarang mendekati pohon terlarang itu, sebenarnya Allah sedang memberi latihan dan pendidikan kepada Adam mengenai suatu kebebasan bukanlah tanpa batas, harus dikendalikan. Titik lemah manusia adalah hasrat keabadian dan keserakahan dan iblis adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Adam bertaubat dan memohon ampun, Allah menerima taubat dan mengampuni Adam. Lalu Adam dikeluarkan dari ‘kebun pelatihan’ untuk turun ke bumi menjalani misinya sebagai hamba Allah sekali gus khalifah Allah di bumi.

Spiritual oleh jin dan manusia

Firman Allah bermaksud: Sesungguhnya syaitan adalah musuh bagi kamu, maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya), sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi dari penduduk neraka. (Faatir: 6)

Syaitan dan jin dapat dengan mudah menipu daya manusia dengan terlebih dahulu dikuasai kesedarannya. Misalnya dengan mengamalkan ilmu batin, ghaib dan lain-lain. Para syaitan dan jin memujuk manusia terlibat di dalamnya dengan menawarkan berbagai jenis spiritual.

Di kalangan manusia ada yang memelihara jin dan makhluk halus lainnya untuk mempengaruhi manusia, sehingga orang tersebut menjadi hamba jin. Daripada sini manusia diperhambakan oleh jin sehingga orang tersebut menjadi hamba jin dan dia tidak lagi disebut sebagai orang yang bebas merdeka. Jalan untuk mencapai makrifatullah terputuslah sudah.

Sesungguhnya jin dapat bebas keluar masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara memberi informasi mahupun mengadakan tipu daya langsung melalui hatinya.

Firman Allah bermaksud: Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada (Allah) Pemelihara sekelian manusia. Yang menguasai sekalian manusia. Tuhan yang berhak disembah oleh sekelian manusia, dari kejahatan pembisik, penghasut yang timbul tenggelam, yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati, (iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia”. (an-Naas: 1-6).

Justeru, manusia dilarang keras bekerjasama dengan jin kerana itu menyebabkan syirik kepada Allah. Walaupun dia mengaku sebagai jin Islam atau malaikat sekalipun.

Ciri-ciri khas manusia yang terkena efek ilmu seperti itu adalah hilangnya kesedaran logikal dan rasionalnya serta tumpulnya hati nuraninya. Oleh itu berhati-hatilah ketika kita bergaul di dunia maya ini, banyak penipu, pemerkosa, dan lain-lainnya berkeliaran untuk mencari mangsanya.

Berwaspadalah dalam berguru ilmu batin, kerana ada guru spiritual yang membebaskan spiritual kita dan ada guru spiritual yang menghambat kemajuan dan kejayaan kita zahir dan batin. Mereka telah membunuh kemerdekaan spiritual manusia.

About these ads

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,322 other followers

%d bloggers like this: